Author Archives: Admin

Tiga Amalan Penghapus Dosa (1) Menunggu Shalat Setelah Shalat

02 Jun 17
Admin
No Comments

Dari Ibnu ‘Umar L, dia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda,

«ثَلاثٌ كَفَّارَاتٌ: انْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ، وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ»

“Tiga penghapus-penghapus dosa; menunggu (waktu pelaksanaan) shalat (lain) setelah (mendirikan) shalat; menyempurnakan wudhu’ di waktu-waktu pagi yang dingin; serta menghantarkan kaki-kaki menuju shalat-shalat berjama’ah.”

(HR. at-Thabraniy dalam al-Mu’jam al-Kabiir)([1])

 

Yang dimaksud dengan kaffarat adalah penghapus dosa-dosa.

Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah I, bahwa Rasulullah bersabda,

«أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ»؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ؛ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ»

“Maukah kalian kutunjukkan perkara yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan (dosa), dan dengannya Allah akan mengangkat derajat-derajat?’ Mereka menjawab, ‘Ya, Ya Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Menyempurnakan wudhu` pada waktu-waktu yang tidak disukai (karena dinginnya), banyak langkah menuju masjid, dan menunggu (pelaksanaan waktu) shalat setelah (melaksanakan) shalat; maka itulah ribath.”([2])

 

Kaffarah yang pertama, adalah menunggu shalat setelah shalat

Asal dari ribath adalah menahan diri diatas sesuatu, seakan-akan dia menahan dirinya diatas ketaatan ini. Dan yang dimaksud adalah bahwa ia adalah satu jenis dari jenis-jenis ribath, dan ia mudah bagi setiap orang. Berbeda dengan orang melakukan ribath di garis perbatasan dengan daerah musuh, maka melakukan ribath di tempat ini, tidak bisa ditandingi oleh sesuatupun. Namun termasuk diantara jenis-jenis ribath adalah menunggu shalat setelah shalat.

Dan barangsiapa berdiam diri dalam rangka menunggu shalat, maka sesungguhnya dia (mendapatkan pahala seperti) berada di dalam shalat.

Di dalam as-Shahihain dari Abu Hurairah I, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

«لَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتِ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ، لَا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا الصَّلَاةُ»

“Tiada hentinya salah seorang diantara kalia berada di dalam shalat selagi shalatlah yang menahannya, tiada yang menghalangi dia untuk berbalik menuju keluarganya melainkan shalat.”([1])

Dan di dalam riwayat milik al-Bukhari,

«إِنَّ أَحَدَكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا دَامَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ، وَالمَلاَئِكَةُ تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ مَا لَمْ يَقُمْ مِنْ مُصَلاَّهُ أَوْ يُحْدِثْ»

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian berada di dalam shalat selagi shalatlah yang menahannya, sementara para malaikat berkata, ‘Ya Allah ampuni dia, rahmati dia.’ Selagi dia tidak berdiri dari tempat shalatnya, atau berhadats.”([2])

Nabi ﷺ bersabda,

«الْقَاعِدُ يَرْعَى الصَّلَاةَ كَالْقَانِتِ، وَيُكْتَبُ مِنْ الْمُصَلِّينَ مِنْ حِينِ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِ»

“Orang yang duduk (di masjid) menunggu (menginginkan) shalat seperti orang yang berdiri shalat, dan ditulis termasuk dari golongan orang-orang yang sedang shalat sejak saat dia keluar dari rumahnya hingga dia kembali kepadanya.” (HR. Ahmad)([3])

Dan sesungguhnya Allah benar-benar membanggakan orang-orang yang melakukan ribath di masjid-masjid kepada para malaikat-Nya.

‘Abdullah bin ‘Amr L berkata, ‘Kami pernah shalat maghrib bersama Rasulullah ﷺ. Lalu pulanglah orang yang pulang, dan tersisalah orang yang tersisa. Lalu datanglah Rasulullah ﷺ dengan bergegas, sementara nafas beliau memburu beliau, dan beliau menyingkap kedua lutut beliau seraya beliau bersabda,

«أَبْشِرُوا، هَذَا رَبُّكُمْ قَدْ فَتَحَ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يُبَاهِي بِكُمْ الْمَلَائِكَةَ، يَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي قَدْ قَضَوْا فَرِيضَةً وَهُمْ يَنْتَظِرُونَ أُخْرَى»

“Bergembiralah kalian, ini, Tuhan kalian telah membukakan sebuah pintu dari pintu-pintuu langit, Dia membanggakan kalian kepada para malaikat, Dia berfirman, ‘Lihatlah kepada hamba-hamba-Ku, mereka telah menyelesaikan satu kewajiban, kemudian mereka menunggu-nunggu kewajiban yang lain.” (HR. Ibnu Majah)([4])

Dan menunggu shalat setelah shalat akan ditulis oleh Allah di ‘illiyyiin.

Dari Abu Umamah I, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

«صَلَاةٌ فِي إِثْرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ»

“Satu shalat yang mengiringi shalat lain yang tidak ada kesia-siaan diantara keduanya tertulis di ‘illiyyiin.” (HR. Abu Dawud)([5])

(Diambil dari kitab Tsulaatsiyaat Nabawiyah Jilid III, DR. Mihran Mahir ‘Utsman, dialih bahasakan oleh Abu Rofi’ Muhammad Syahri)

Sumber: attabiin.com

________________________________

Footnote:

([1]) HR. al-Bukhari (659), Muslim (649) -pent

([2]) HR. al-Bukhari (3229) -pent

([3]) HR. Ahmad (17440), dishahihkan oleh al-Arnauth V. (Lihat Musnad Ahmad, tahqiq al-Arnauth (XXVII/648)) -pent

([4]) HR. Ibnu Majah (801), Ahmad (6860), as-Shahiihah (661), Shahiih at-Targhiib wa at-Tarhiib (445), lihat al-Jaami’ as-Shahiih li as-Sunan wa al-Masaanid (VII/111) -pent

([5]) HR. Abu Dawud (558, 1288), Ahmad (22358), Shahiihul Jaami’ (6228), Shahiih at-Targhiib wa at-Tarhiib(320, 446), lihat al-Jaami’ as-Shahiih li as-Sunan wa al-Masaanid (VII/115) -pent

KISAH HIKMAH: Ketika Riba Menghancurkan Keluarga Kami

17 May 17
Admin
No Comments
By: DesignDakwah

By: DesignDakwah

Kutulis kisah ini untuk segenap muslimah. Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu menganga, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.
Dulu… aku pernah merasakan bahagianya pernikahan.

Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian. Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup qanaah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Saat-saat paling membahagiakan bagi kami adalah ketika malam hari. Saat sunyi dini hari, anakku lelap dalam tidurnya, aku dan suami bangun. Kami shalat malam bersama.

Suamiku menjadi imam dan aku larut dalam bacaan Qur’annya. Tak jarang aku menangis di belakangnya. Ia sendiripun juga tak mampu menahan isak dalam tilawahnya.

Entah mengapa. Mungkin karena kami melihat teman-teman yang telah punya mobil baru. Tetangga yang membangun rumah menjadi lebih indah. Mulai terbersit keinginan kami agar uang kami semakin bertambah.

Suamiku tak mungkin bekerja lebih lama karena ia sudah sering lembur untuk menambah penghasilannya.

Tiba-tiba aku tertarik dengan bisnis saham. Sebenarnya aku tahu sistem bisnis ini mengandung riba, tapi entahlah.

Keinginan menjadi lebih kaya membutakan mataku.
“Ambil bisnis ini saja, Mas. Insya Allah kita bisa lebih cepat kaya,” demikian kurang lebih saranku pada suami.

Dan ternyata suamiku juga tidak menolak saran itu. Ia satu pemikiran denganku. Mungkin juga karena tergoda oleh rayuan iklan bisnis saham tersebut.
Akhirnya, kami membeli saham dengan seluruh tabungan yang kami miliki.

Suamiku mengajukan kredit untuk modal usaha kami. Sejumlah barang yang bisa kami jual juga kami jadikan modal, termasuk perhiasan pernikahan kami.

Beberapa pekan kemudian, bisnis kami menunjukkan perkembangan meskipun tidak besar.

Kami mengamati saham hingga ibadah-ibadah sunnah yang dulunya membahagiakan kami mulai keteteran. Tilawah tidak sempat. Shalat sunnah hilang diterpa kantuk dan lelah. Hidup mulai terasa gersang di satu sisi, tetapi kekayaan mulai tergambar di sisi lain.
Hingga suatu hari, tiba-tiba harga saham menurun drastis.

Kami seperti terhempas dari ketinggian. Kami sempat berharap bisa bangkit, tetapi harga saham kami justru semakin terpuruk. Hutang kami semakin menumpuk. Cash flow keluarga kami berantakan.
Di saat seperti itu, emosi kami seperti tidak terkendali. Ada sedikit saja pemicu, aku jadi marah. Pun dengan suami.

Ia jadi sering menyalahkanku karena menyarankan bisnis riba dengan modal riba pula. Aku pun membela diri dan mengatakan kepadanya, mengapa sebagai suami yang harusnya jadi imam malah mengikuti saran istri jika saran itu keliru.

Pertengkaran memuncak. Aku tidak dapat menguasai diri.

“Kalau begitu, ceraikan saja aku,” kataku malam itu.
“Ya, aku ceraikan kamu,” jawab suami dengan nada tinggi. Mendengar teriakan talak itu aku terhentak. Aku menangis. Anakku juga menangis. Tapi terlambat. Suamiku terlanjur pergi setelah itu.
Kini aku harus membesarkan anakku seorang diri.

Sering sambil menangis aku membaca ayat:

ﻳَﻤْﺤَﻖُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﻳُﺮْﺑِﻲ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺎﺕِ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276)

Wahai para muslimah… qana’ah… qana’ah… Jangan menuntut suamimu lebih dari kemampuannya. Tak ada larangan untuk berusaha bersama-sama agar kondisi finansial menjadi lebih baik. Tetapi jangan sekali-kali terperosok dalam bisnis riba. Bahagia dalam hidup sederhana lebih baik daripada jiwa menderita karena cinta dunia.
Cukuplah aku yang berkata sambil menangis, “Dulu kami dipersatukan oleh ketaatan kepada Allah, lalu kami dipisahkan oleh kedurhakaan pada-Nya”

*Diadaptasi dari kisah nyata dalam Sa’atan-Sa’atan yang ditulis Syaikh Mahmud Al Mishri dan Sirriyun lin Nisa’ yang ditulis Syaikh Ahmad Al Qaththan.

dipost kembali oleh www.attabiin.com

Jumpa Fans Radio al-Umm 102.5 FM (Malang)

14 Dec 16
Admin

No Comments

mau Buku Gratis??
dan juga berbagai hadiah dari radio al-Umm …

Kami tunggu anda di

Jumpa Fans Radio al-Umm 102.5 FM

Sabtu, 17 Desember 2016
pukul 9 pagi WIB di stage utama al-Umm Fair 2

Talkshow “Peran Radio Sunnah & MUI dalam melayani Ummat”

bersama
KH. Mochammad Yunus, SIP., M.Pd.I
(sekretaris umum MUI Jatim dan Komisi Ukhuwah MUI Pusat)
Dr. KH. Agus Hasan B, Lc.,M.Ag
(Mudhir Yayasan Bina al-Mujtama’)

– Bagi-bagi buku gratis

– Berbagai hadiah & Doorprice

Cara mendaftar ketik
NAMA #ALAMAT DOMISILI #Lk/Pr #HADIR ALUMM FAIR

kirim ke WA/SMS 085 755 946 946

www.radioalumm.com

whatsapp-image-2016-12-14-at-11-59-19

Baksos Pelatihan & Praktek RUQYAH MANDIRI TANPA KESURUPAN ke-4 (Malang)

13 Dec 16
Admin

No Comments

Dalam Rangka memeriahkan
AL-UMM FAIR 1438 H

ikutilah …
Baksos Pelatihan & Praktek
RUQYAH MANDIRI TANPA KESURUPAN ke-4

bersama
Ustadz Arifuddin, M.Pd.I
(Founder Ruqyah Syar’iyyah Center Malang)
dan Tim RSC-M (Ruqyah Syar’iyyah Center Malang)

hari Ahad
tanggal 18 Desember 2016
jam 7 pagi (WIB)

Ketentuan:
1. Peserta Wajib daftar
2. Jumlah maksimal 500 orang
3. Disediakan secara gratis: Snack, Air mineral, Minyak Habbatus Sauda, Daun Bidara, Kantong kresek & Tissu, serta buku dzikir pagi petang
4. Peserta hanya membawa sajadah untuk alas dan memakai pakaian syar’i
5. Tidak boleh membawa anak-anak, kecuali anak yang membutuhkan terapi ruqyah

cara pendaftaran ketik:
RMTK#Nama lengkap#jenis kelamin#alamat#keluhan

kirim ke SMS/WA 085 755 946 946

ruqyah-syariyyah-gratis
info lebih lanjut hubungi Yudi Abu Ahmad
0857 5509 9163

Al Umm Fair 1438 H “MENUJU MASYARAKAT YANG BERBUDAYA DAN BERADAB”

24 Nov 16
Admin

No Comments

AL UMM FAIR 1438 H
MENUJU MASYARAKAT YANG BERBUDAYA DAN  BERADAB

Dengan tema:
Dukung, Malang sebagai kota tujuan wisata Halal

Setelah sukses dengan gelaran Al Umm Fair 1437 H, maka kini kembali akan diselenggarakan Al Umm Fair 1438 H dengan rangkaian acara sebagai berikut.
1. Khitan berhadiah
2. Kirab & walimah khitan
3. Musabaqah hifzhil qur’an juz 30 (juz Amma)
4. Lomba puisi anak
5. Lomba pidato anak
6. Lomba power poin anak
7. Lomba cerdas cermat anak
8. Talk show bersama ketua umum MUI Kota Malang (dalam konfirmasi)
9. Pentas kreatifitas santri/mahasantri al umm
10. Jumpa fans radio al umm 102,5 FM
11. Bazar umat
12. Baksos ruqyah syar’iyyah mandiri tanpa kesurupan.

Rangkaian Acara insyaAllah akan dibuka oleh Wakil Walikota Malang Bapak Drs. H. Sutiaji (dalam konfirmasi).

Ikuti dan meriahkan Al Umm Fair 1438 H yang akan dilaksanakan pada:
Hari : Jum’at – Ahad
Tanggal : 16-18 Rabiul awwal 1438 H / 16-18 desember 2016
Jam : 07.00-17.00

Info lebih lanjut Hubungi
Abu Sholih harno (085 6369 6309 / 0812 1788 2233)

Semoga Al Umm Fair 1438 H menjadikan ukhuwah islamiyyah semakin erat dan kepedulian terhadap sesama semakin meningkat. Aamiin.

alummfair-lomba

alummfair-khitan

alummfair-1438

sumber: http://www.binamasyarakat.com/al-umm-fair-1438-h/

Sukses Pelatihan Ruqyah Syar’iyyah Nasional IV – Malang, Jawa Timur

16 Nov 16
Admin

No Comments

Alhamdulillah Pelatihan Ruqyah Nasional 4 yang merupakan agenda tahunan YBM  telah terlaksana dengan baik. Jumlah peserta yg hadir sudah memenuhi kuota yaitu 200 peserta. 164 peserta pria dan 54 peserta Wanita. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa , masyarakat umum , para asatidzah , terapis bekam , kinelogi , dokter , tenaga medis  juga para santri ma,had Aly Al Aimmah dan perwakilan santri STDI Jember.

Read More…

Pelatihan Ruqyah Syar’iyyah Nasional 4 – Peserta terdaftar 150 orang [Masih ada kesempatan !]

09 Nov 16
Admin

No Comments

pp-pelatihan-ruqyah-syariyyah-4

Pelatihan Ruqyah Syar’iyyah Nasional ke 4 yang akan diadakan di Kota Malang pada tanggal 11-13 November 2016 ini mendaptkan sambutan hangat dari masyarakat. Setelah sukses pada pelatihan Ruqyah Syar’iyyah di tahun-tahun sebelumnya, kini hadir kembali di tahun ini. Dari awal kami publikasi dan hingga posting ini dimuat, dari penuturan panitia PRSN 4, peserta yang sudah terdaftar sejumlah 150 orang. Dan panitia masih membuka pendaftaran peserta PSRN 4 ini. Oleh karena itu ayo jangan lewatkan kesempatan emas ini !!!

PELATIHAN RUQYAH SYAR’IYYAH NASIONAL 4 – MALANG

08 Nov 16
Admin

No Comments

PELATIHAN FENOMENAL HADIR KEMBALI !!!

RUQYAH SYAR’IYYAH NASIONAL JILID 4

Malang, 11-13 November 2016

Pemateri:
1. KH. Dr. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag
Pimpinan Ma’had ‘Aly al-Aimmah Malang – Pimpinan Redaksi majalah al-Umm

2. KH. Abdul Wahid (Gus Wahid)
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang

3. al-Ustadz Arifuddin, M.Pd.I
Praktisi Ruqyah Syar’iyyah – Dosen STIKES Banyuwangi – Founder RSC-M

4. dr. Kusnurianto
Dokter Umum dan Praktisi Ruqyah Syar’iyyah Malang

5. KH. Asmuji Muhayat al-hHafidz
Praktisi senior Ruqyah Syar’iyyah Jakarta

Lokasi:
Masjid Jami’ al-Umm
Jl. Joyoagung No. 1 Merjosari, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur

Tanggal & Waktu:
11,12, & 13 November 2016
Pukul: 08.00 – 20.30 WIB

Biaya Pendaftaran:
Rp 400.000,- (Empat ratus ribu rupiah)
Sudah termasuk Makan 3X, Snack, Blooknote, Modul materi, Sertifikat, Dll

Cara Pendaftaran:
Bisa langsung datang ke Kantor Radio al-Umm
Kompleks Masjid Jami’ al-Umm, Jl. Joyoagung No 1, Merjosari, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur

atau via SMS/ WhatsApp dengan format:
PRSN4_NAMA LENGKAP (Sesuai KTP)_JENIS KELAMIN_ALAMAT

Kirim ke: 085-755-946-946

Prosedur Pendaftaran SMS/ WA:
1. Ketik SMS/ WA dengan format
PRSN4_NAMA LENGKAP (Sesuai KTP)_JENIS KELAMIN_ALAMAT

2. Panitia akan mengkonfirmasi kesediaan kuota + pemberian nomor peserta
3. Silahkan melakukan transfer biaya pendaftaran ke rekening:
Bank Muamalat 711-006-5155 a.n. Taufik Ramadhan

4. Kirim bukti pembayaran ke nomor panitia dengan menyertakan nomor peserta

**Jika belum menerima nomor peserta, dimohon tidak melakukan transfer pembayaran terlebih dahulu

Bagi peserta yang berasal dari luar kota / luar pulau, disediakan tempat menginap

PENDAFTARAN DITUTUP 9 November 2016

Info:
081 5550 2308 Taufik Ramadhan

pelatihan-ruqyah-syariyyah-nasional-4-malang

Materi Dasar:

  • Kitab Al-Wiqoyatul Insan min Al-Jin wasy Syaithon (Syaikh Wahid Abdussalam Bali) dan kitab Qowaid Ruqyah Syar’iyyah (Syaikh Dr. Abdulloh As-Sadhan).

Materi Pendalaman:

  • Mengenal dan Memahami 9 Jenis Gangguan Jin/ Setan
  • Memahami gejala-gejala umum gangguan Jin/ Setan
  • Pemetaan jin dalam tubuh
  • Memahami Karakteristik Dosa
  • Proses kerja Jin/ Setan dalam tubuh
  • Timing pengeluaran gangguan Jin/setan
  • Teknik mengendalikan orang kesurupan
  • Teknik memukul Jin/ setan dalam tubuh
  • Teknik ruqyah tercepat
  • Diagnosa/ Taskhis
  • Bekam untuk pengeluaran Jin/ setan
  • Teknik sopan praktik ruqyah mandiri tanpa keurupan

Materi Teknik Terapi:

  • Teknik terapi Ruqyah dengan Do’a
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Dzikir
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Wudhu-mandi
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Sholat
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Haji dan Umroh
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Puasa
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Taubat
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Shodaqoh
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Senyum-husnudzhon
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Memaafkan, kasih sayang & cinta
  • Teknik terapi Ruqyah dengan Menolong/ banyak berbuat kebaikan
  • Teknik terapi Ruqyah dengan ilmu Tauhid
  • Teknik terapi dengan Herbal sunnah

Materi Terapi Penyakit:

  • Terapi Penyakit Sihir (12 jenis sihir)
  • Terapi Penyakit Jiwa
  • Terapi Indigo
  • Terapi Penyakit ‘Ain
  • Terapi Penyakit Fisik/ medis tak terdeteksi
  • Terapi Kecerdasan, Daya ingat & Fokus
  • Terapi orang koma/ kesulitan mati
  • Terapi Jin turunan/ nasab

 

pelatihan-ruqyah-syariyyah-nasional-4-malang-isi-materi

Dauroh Intensif Kitab “I’tiqod Ahlis Sunnah” -bersama KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag

29 May 16
Admin
, , ,
No Comments

Dauroh Intensif Aqidah Salafus Shalih

Kitab “I’tiqod Ahlis Sunnah”
Karya al-Imam Abu Bakar Ahmad ibn Inrohim al-Isma’ili (277-371H)
Ulama besar Ahli Fiqih Madzhab Syafi’i
yang diakui keilmuannya oleh seluruh madzhab

bersama KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag

Waktu:
1 s.d. 20 Ramadhan 1437H

Setiap hari pukul 15:00
(Langsung setelah sholat ‘Ashar)

Masjid Jami’ al-Umm
Jl. Joyoagung, no.1, Merjosari, Lowokwaru, Malang

harga kitab Rp. 30.000

cara Daftar ketik:
DIAS#Nama#Alamat#No.HP#Tgl bayar kitab

informasi:
0856-3696-309

Khataman Kitab Masjid al-Umm Malang - KH AGus Hasan Bashori

Dauroh Tajwid al-Qur’an (Bersanad) Ramadhan 1437 H

18 May 16
Admin

No Comments

Daurah Tajwid Quran bersanad

Dauroh Tajwid al-Qur’an (Bersanad)

1. Mengkaji dan Menghafalkan Matan “Muqoddimah Al-Jazariyyah”

Syarat Peserta Intensif

  1. Laki-laki
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Mengerti Bahasa Arab minimal pasif
  4. Bersedia mematuhi dan melaksanakan tata tertib selama dauroh
  5. Membayar infaq Dauroh Rp 100.000,-
  6. Peserta terbatas, Maksimal 30 peserta

Syarat Peserta Umum

  1. Laki-laki/ Perempuan
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Berkomitmen mengikuti dauroh
  4. Membayar infaq Dauroh Rp 50.000,-
  5. Peserta tidak terbatas

2. Bimbingan Talaqqi Bersanad Riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim Thariq Syaathibiyyah

3. Karantina Tahfidz Juz 29-30