Category Archives: Nasihat

Video ini akan membantu menghentikan kebiasaan buruk menonton video porno

07 Mar 16
Admin

No Comments

Bismillah wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah.
Pada kali ini akan kami sampaikan bagaimana cara untuk menghentikan kebiasaan buruk melihat video porno. Dengan tutorial video bahasa arab dan sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Semoga bisa membantu anda dan keluarga serta teman-teman kita semuanya.

Langkah-langkah berikut telah banyak membantu orang untuk menghentikan kebiasaan buruk melihat video porno.

Langkah 1 Yakin dirimu untuk berhenti – 00:33
Langkah 2 Yakinlah bahwa Allah akan membantumu – 00:53
Langkah 3 Tegur dirimu sendiri – 01:06
Langkah 4 Berhenti sekarang juga – 01:22
Langkah 5 Bersihkan rumahmu – 01:36
Langkah 6 Perbaiki perilaku seksualmu – 02:01
Langkah 7 Pahamilah dirimu sendiri – 02:36
Langkah 8 Harus tahu menghadapi keinginan – 03:01
Langkah 9 Jangan tunduk pada bisikan … – 03:25
Langkah 10 Beri hadiah dan semangai diri – 03:39

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ (٥٤) وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ (٥٥) أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ (٥٦)

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku Sesungguhnya Termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).” (QS. Az-Zumar : 53-56)

barokallohufiikum

Melepaskan 3 Tali Setan [Video]

25 Feb 16
Admin

No Comments

3 Tali Setan

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Mari kita simak hadis berikut

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ مَكَانَ كُلِّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Setan mengikat di tengkuk kepala kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu masih panjang, tidurlah yang nyenyak!’

Apabila dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas. Apabila dia berwudhu, satu ikatan lagi akan lepas.  Dan apabila dia shalat, satu ikatan lepas lagi. Sehingga di pagi hari dia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang lapang. Namun jika dia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan dia menjadi malas.” (HR. Bukhari 1142 & Muslim 1855).

Kata as-Sindi dalam catatannya,

ولعل ذلك يكون سببا لثقل النوم يمنع الإنسان من رفع الرأس عن موضعه في حالة النوم ولذلك خص القافية لأن الثقل فيها أشد منعا للرأس من الرفع…

Mungkin ini yang menjadi sebab orang itu menjadi berat bangun ketika tidur. Seseorang sangat susah untuk mengangkat kepalanya dari bantalnya ketika tidur. Karena itulah disebutkan tengkuk, karena ini yang paling susah diangkat…

Beliau juga mengatakan,

ولعل تخصيص العقد بالثلاث لتمنع كل عقدة عن واحد من الأمور الثلاث أعني الذكر والوضوء والصلاة

Mengapa menggunakan ikatan, mungkin masing-masing ikatan untuk menghalangi 3 jenis ibadah: berdzikir ketika bangun, wudhu, dan shalat.  (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibn Majah, 1/399)

Dalam hadis terdapat anjuran untuk berdzikir ketika bangun tidur. Dalam suasana sedang loading… hati dipaksa ingat Allah dan lidah dipaksa mengucapkan dzikir.

Dzikir apa yang dimaksud?

Kita simak keterangan as-Sindi,

قوله ( فذكر الله ) بأي ذكر كان لكن المأثور أفضل

Keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “dia berdzikir menyebut nama Allah ketika bangun.” Artinya dengan dzikir apapun, namun dzikir yang ma’tsur (yang diajarkan dalam dalil) lebih afdhal. (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibn Majah, 1/399).

Diantara dzikir ma’tsur yang bisa dibaca ketika bangun tidur,

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ.

‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami dan kepadanya kami dikem-balikan’. (HR. Bukhari, 6312)

Shalat apa yang dimaksud?

Ada dua pendapat ulama,

Pertama, shalat yang dimaksud adalah shalat isya’. Karena shalat isya, termasuk shalat lail. Ini adalah pendapat al-Hafidz Ibnu Hajar.  Beliau menyimpulka dari keterangan al-Bukhari ketika membawakan hadis ini,

باب عقد الشيطان على قافية الرأس إذا لم يصل بالليل

Pembahasan tentang setan akan mengikat tengkuk kepala manusia jika dia tidak shalat malam.

Kemudian, al-Hafidz mengatakan,

ويحتمل أن تكون الصلاة المنفية في الترجمة صلاة العشاء ، فيكون التقدير : إذا لم يصل العشاء ، فكأنه يرى أن الشيطان إنما يفعل ذلك بمن نام قبل صلاة العشاء ، بخلاف من صلاها ، ولا سيما في الجماعة

Mungkin maksud shalat yang ditiadakan dalam keterangan Bukhari adalah shalat isya. Sehingga maksud Bukhari bisa diasumsikan: ‘Jika dia tidak shalat isya di malam hari’. Seolah beliau berpendapat, bahwa setan mengikat 3 ikatan itu bagi orang yang tidur sebelum shalat  isya. Berbeda dengan orang yang sudah shalat isya, terlebih jika dia lakukan secara berjamaah. (Fathul Bari, 3/24).

Alasan Ibnu Hajar yang lain adalah karena dalam hadis ini isinya ancaman. Sementara ancaman hanya mungkin diberikan untk orang yang meninggalkan kewajiban.

Al-Hafidz mengatakan,

وكأنه أشار إلى خطأ من احتج به على وجوب صلاة الليل حملا للمطلق على المقيد

Seolah Bukhari mengisyaratkan tentang kesalahan orang yang berdalil dengan hadis ini untuk menyatakan wajibnya shalat malam (tahajud) dengan memahami kalimat mutlak dalam hadis kepada makna terikat. (Fathul Bari, 3/24)

Kedua, shalat yang dimaksud adalah shalat malam

Pendapat ini didukung dengan hadis lanjutannya yang dibawakan Bukhari, dari Abdullah  radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat informasi ada orang yang tidur di malam hari sampai subuh. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ – فِى أُذُنِهِ

Orang itu, kedua telinganya dikencingi setan.. (HR. Bukhari 3270).

As-Sindi menjelaskan hadis di atas dalam sunan Ibnu Majah,

فظاهر كلام المصنف وغيره أنه ترك صلاة الليل وذلك إشارة إلى الرجل النائم

Dzahir hadis yang dibawakan penulis dan yang lainnya bahwa dia meninggalkan shalat malam. Diisyaratkan dengan orang yang tidur lama. (Hasyiyah as-Sindi ala Ibn Majah, 1/399).

Bagaimana jika lupa atau tidak shalat malam?

Jika kita mengambil pendapat kedua, tentu batasan shalat lail adalah sampai subuh. Sehingga jika sudah masuk waktu subuh, kesempatan untuk melepas ikatan itu bisa kita lakukan dengan dzikir dan wudhu.

Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu istiqamah melaksanakan shalat lail.

Allahu a’lam.

sumber:
– www.yufid.com
– www.konsultasisyariah.com

Tulisan Tangan Anak Ini Bisa Membuat Hati Anda Tersentuh !

21 Feb 16
Admin

No Comments

Bismillah. wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah.
Ini adalah tulisan tangan seorang anak SD kelas 2.
dia bernama Muadz,

dan tulisan ini menjadi perhatian orang tua setelah di posting dalam sebuah fanpage di jejaring sosial.
bahkan telah dibagikan ratusan kali dan dibaca oleh ribuan netizen di Indonesia..

12688283_966577703408066_5987526472575779833_n

sumber: https://www.facebook.com/sdi.al.umm/

Kisah Nyata di Malang – HIDUPNYA MASJID YANG “MATI SURI”

21 Feb 16
Admin

No Comments

HIDUPNYA MASJID YANG “MATI SURI”

12717406_972821319450371_7711426673826366153_nSore itu sebuah kompleks perumahan di Singosari dikagetkan oleh suara adzan yang dikumandangkan. Warga sekitar bertanya-tanya karena adzan pada waktu dzuhur dan ashar tidak pernah dilakukan di masjid ini (biasanya hanya waktu maghrib, isya’, dan subuh saja) mungkin karena kesibukan warga perumahan yang bekerja pada jam-jam tersebut sehingga adzan khususnya dzuhur dan ashar menjadi tidak lazim.

Masjid ini “mati suri” pada kedua waktu itu. Diliputi rasa penasaran beberapa warga sontak mendatangi masjid. Disana berdiri sosok bocah memegang pengeras suara dengan suara polosnya mengumandangkan adzan, adalah Qorni sosok bocah kelas 2 SDI Al Umm yg berusia tidak lebih dari 8 tahun yang tiba-tiba mendobrak kevakuman itu dengan suaranya menyerukan ajakan sholat.

Tanpa ada yang menyuruhnya… Membuka pintu masjid dan menghidupkan pengeras suara lalu..
AllahuAkbar… Allahuakbar… Dst. Mengumandangkan adzan. Beberapa wargapun mendatangi masjid untuk sholat berjamaah.
Saat ditanya kenapa Qorni lakukan itu, mengalirlah sebuah kalimat yang membuat semua orang tertegun “Saya ingin sholat berjamaah karena pahalanya sangat besar dan wajib untuk laki-laki”. Masya Allah.

Sehari dua hari Qorni lakukan setiap sore. Sampai akhirnya adzan dzuhur dan sore bukan suatu yang aneh dan sekarang rutin berkumandang.

Subhanallah, sekarang Si bocah Qorni tidak lagi bersusah susah payah membuka gembok masjid dan tidak perlu lagi kebingungan mencari tombol-tombol untuk menghidupkan pengeras suara. Karena tanpa Qornipun warga sudah terbiasa adzan. Sholat ashar dan dzuhurpun hidup kembali, ” mati suri” ashar dan dzuhur di masjid itu terdobrak oleh suara adzan sang bocah Qorni.

Jazakumulloh khoir Ananda Qorni semoga kamu menjadi anak yang sholeh penyejuk hati dan mata ayah bunda.

sumber: Fanpage SD Islam al-Umm

Pesan Iblis Kepada Manusia [Video]

16 Nov 15
Admin

one comments

Pada kesempatan kali ini kami suguhkan videoyang berisi Pesan Rahasia Iblis Kepada Manusia


Bagaimana Cara Setan Bisa Menggoda Manusia

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Imam Ibnul Jauzi membuat sebuah perumpamaan yang menggambarkan bagaimana upaya setan dalam menggoda manusia?

Sesungguhnya hati manusia ibarat kerajaan. Di bagian luar terdapat tembok yang menjadi benteng. Tembok benteng ini memiliki beberapa pintu dan bagian celah yang belum diperbaiki. Di dalam benteng terdapat istana berupa akal dan hati nurani. Dan disamping benteng terdapat rumah tua yang dihuni hawa nafsu.

Para malaikat keluar masuk ke dalam benteng melalui pintu masuk. Sementara setan keluar masuk ke rumah tua tanpa ada halangan.

Pertempuran terus terjadi antara penghuni istana dengan penghuni rumah tua. Sementara setan selalu keliling mengitari benteng untuk mencari peluang lengahnya penjaga pintu benteng dan berusaha menerobos celah tembok.

Karena itu, tidak selayaknya sang penjaga lengah meskipun hanya sesaat. Dia harus mengontrol semua pintu, dan memperhatikan celah benteng. Karena musuh tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Seseorang pernah bertanya kepada Hasan al-Bashri, ”Apakah setan itu tidur?” jawab beliau,

لو نام لوجدنا راحة

“Kalau dia tidur, kita nanti bisa istirahat.”

Benteng ini diterangi dengan dzikir dan sinar iman. Di dalam benteng terdapat cermin kaca yang bisa menangkap bayangan setiap orang yang masuk ke dalam benteng. Karena itu, hal pertama yang dilakukan setan di rumah tua adalah memperbanyak asap was-was.Sehingga setan bisa menghitamkan tembok benteng dan mengotori cermin. Sementara akal sehat yang sejalan dengan aturan syariat, menjadi penghalang munculnya asap, dan hujan dzikir bisa membersihkan cermin.

Sang musuh sering melakukan operasi militer. Terkadang mereka melakukan operasi dan masuk ke dalam benteng. Kemudian sang penjaga datang menghalang lalu pasukan itu keluar. Terkadang dia masuk dan membuat kerusakan. Bahkan terkadang tetap tinggal di dalam, karena sang penjaga lengah.

Sementara udara dingin yang menerpa, bisa membuat asap cepat terkondensasi memadat, sehingga menghitamkan tembok benteng, dan menutupi cermin. Sehingga setan bisa masuk, namun sang penjaga tidak sadar. Terkadang setan melukai penjaga karena dia lengah, dan terkadang menangkapnya dan dijadikan tawanan atau budak. Setan selalu berusaha melakukan makar di rumah tua atas bantuan hawa nafsu.

(Talbis Iblis, hlm. 50)

Zina adalah HUTANG!

18 Oct 15
Admin

No Comments

Kisah nyata yang dipublikasikan oleh koran-koran Arab. Kisah ini menegaskan satu hal, al-jaza’ min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai dengan perbuatan.
Mari kita sedikit merenungi kisah yang memiliki banyak pelajaran ini:
Sebuah kisah nyata, dan ini dipublikasikan dalam koran-koran Arab. Aku tidak akan menyebutkan namanya. Yang menceritakan kisah ini adalah orang yang melakukannya sendiri.
Dan dia meminta agar pihak koran tidak menyebutkan namanya. Dia hanya ingin agar orang-orang mengetahui kisahnya.
Dia mengisahkan, “Ketika sedang di kampus dengan teman-teman, dan punya banyak hubungan dengan gadis-gadis.
Pada suatu waktu, aku bertemu seorang gadis dan melakukan hubungan terlarang dengannya.
Dan aku tetap melakukannya hingga dia hamil karena berhubungan denganku.
Ketika pihak keluarganya mengetahui hal ini, dan gadis tersebut menceritakan kepada kakaknya, dia menghajarku.
Setelah itu, aku berkata kepadanya, “Aku tidak mengenal adikmu. Carilah orang lain yang menghamilinya!”

Aku kemudian meninggalkannya, dan pergi.Karena memang tidak memiliki bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka meninggalkanku.

Aku melupakan kejadian ini.Tahun-tahun berlalu.

Pada suatu hari, aku pulang ke rumah dan menemukan ibuku pingsan di lantai. Aku mencoba untuk menyadarkannya.Setiap kali tersadar, ibu berteriak dan pingsan lagi. Aku menyadarkannya untuk kedua kalinya, tapi lagi-lagi ia berteriak dan pingsan. Aku mencoba untuk menyadarkannya tiga kali sampai aku berkata, “Wahai ibu, apa yang terjadi?”
Ibu berteriak dan berkata, “Saudarimu!”“
Apa yang terjadi dengan saudariku?” tanyaku.“Saudarimu dihamili tetangga.” Jawab ibu.
Aku pung langsung menemui tetanggaku, dan mulai menyerangnya sampai dia berkata kepadaku dengan kata-kata yang seolah seperti anak panah yang menghunjam hatiku.
Tahukah kalian apa yang ia katakan kepadaku?Dia mengatakan, “Aku tidak mengenal adikmu. Coba tanyakan orang lain yang menghamilinya!”
Subhanallah!
Hal yang sama seperti yang kuucapkan kepada keluarga gadis di kampus bertahun-tahun yang lalu.
Balasan tergantung pada amal perbuatannya.Demikianlah.

Apakah kisah ini selesai?
Belum.

Aku mengalami depresi yang berat setelahnya.

Kemudian setelah berlalu beberapa tahun, aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan akad nikah, kami siap untuk pesta pernikahan.Pada pesta pernikahan, aku mendapatkan kejutan. Calon istriku mengatakan bahwa ia pernah melakukan perbuatan zina sebelumnya. Dia berkata kepadaku, “Tolong tutupi keburukanku, semoga Allah juga menutupi keburukanmu.”
Lalu aku berkata kepada diriku sendiri, “Sudah cukup ya Allah! Cukup! Cukup! Aku sudah menjalani cukup hukuman!”
Aku menghela nafas –mencoba menelan cobaan ini.
Dan aku menghabiskan banyak waktu dengan istriku hingga dia melahirkan seorang bayi perempuan yang bagaikan rembulan. Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar dengan menangis.

Apa yang telah terjadi?

Penjaga rumah telah memperkosanya.

Tidak ada perubahan, atau kekuatan kecuali atas kehendak Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu, dan Alalh sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Saudara-saudariku tercinta…,Jangan katakan bahwa ini sering terjadi pada orang yang tidak taat. Jangan!
Gadis dari kampus yang berzina dengannya di awal cerita memiliki seorang saudara yang sedih ketika tahu saudarinya diziniai. Lalu Allah memberikannya hukuman kepada saudari si pemuda, ya!
Dan dia akan mempunyai seorang suami, yang akan Allah ujia melalui istrinya.
Gadis itu juga mempunyai seorang ayah yang hatinya hancur karenanya, sehingga Allah mengujinya melalui putrinya!

Balasan tergantung dari amal perbuatannya.

Jadi dia harus membawa hukuman atas perbuatannya.
Dan untuk orang-orang yang tidak bersalah dalam kisah ini, maka ini menjadi cobaan bagi mereka.

Allah ingin mengangkat derajat mereka, dan menghapus dosa-dosa mereka karenanya.

Saudara-saudariku, Allah cemburu untuk para wanita –yang dinodai kehormatannya. Mahasuci Dia! Dan Dia akan membalaskan dendam untuk mereka.Maka, berhati-hatilah!

–Kisah ini selesai sampai di sini.Ya Allah, alangkah beratnya balasan bagi pelaku zina.Satu saat Asy Syafi’i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya?
Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya rona delima.“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”
Ia ditanya lagi: Dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu? Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”
Asy Syafi’i terdiam… Ia menunduk, Ia menangis.Setelah sesak sesaat, ia berkata…, “Karena zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat kita iba .. Dan syaitan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintai-Nya.”Ia ditanya lagi, “Dan mengapa, Allah berfirman pula, “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” Bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?Janggut Asy-Syafi’i telah basah, bahunya terguncang-guncang.“Agar menjadi pelajaran…”Ia terisak…“Agar menjadi pelajaran…”Ia tersedu…“Agar menjadi pelajaran…”Ia terisak…Lalu ia bangkit dari duduknya, matanya kembali menyala, “Karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang. Hutang, sungguh hutang… dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”Ya, hindarilah segala yang tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, hutang, hutang. Jika engkau berhutang, maka ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu. Barangsiapa berzina, maka akan ada yang dizinai, meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah hal ini jika engkau termasuk orang yang berakal.Semoga bermanfaat.La tansana min shalihi dua’ikumakhukum fillah, Ibnu Abdil Bari

-dari grup whatsApp

break-free-investors-logo

[Video] Penjelasan Pakar Kristologi : Valentine’s Day Kemaksiatan untuk Menghancurkan Moral

11 Feb 15
Admin

No Comments

Alhamdulillah, Wassholatu wassalamu ‘ala Rosulillah.
Pada kesempatan kali ini disajikan dalam penjelasan Video oleh Pakar Kristologi (mantan Biarawati) Hj. Irena Handono, tentang Valentine’s Day (hari Valentine).
Silahkan disimak penjelesan ilmiah beliau,

Berikut kami paparkan 6 (enam) kerusakan Valentine’s Day ini (binamasyarakat.com : 2015):

Kerusakan pertama, Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir. Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam beberapa ayat dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga merupakan kesepakatan para Ulama. Rasululllah memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nasrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka”. (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103). Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani secara umum dan diantara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (lihat Iqtidha’ ash-Shirathal Mustaqim li Mukhalafati Ashhabil Jahim, 1/185).

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau bersabda:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”.(HR. Ahmad dan Abu Dawud). Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidha’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Ghalil no. 1269. Jelas bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme yang diadopsi menjadi ritual agama Nasrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Kerusakan kedua, Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman. Allah Ta’ala mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama semacam Valentine.

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan  yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”. (QS. al-Furqan: 72).

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada delapan pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”. Pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan “zur”. Diantara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan orang zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh ar-Rabi’ bin Anas.

Jadi ayat tersebut di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidha’, 1/483). Jadi merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

Kerusakan ketiga, Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti. Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan sebagaimana penjelasan beberapa hadits berikut ini.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kapan terjadi hari kiamat wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab: “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “(Kalaupun begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain di Shahih Bukhari, Anas mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka”.

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nasrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Dan Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi di atas; “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika kalian seorang muslim, manakah yang kalian pilih, dikumpulkan bersama orang-orang shalih ataukah bersama tokoh Nasrani yang jelas-jelas kafir itu? Apakah kalian mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir? Maukah kalian seperti itu? Na’udzubillahi min dzalik.

Kerusakan Keempat, Ucapan “Selamat” Berakibat Terjerumus dalam Kesyirikan dan Maksiat. Valentine sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (jadilah valentineku)”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Kerusakan kelima, Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat untuk Berzina. Perayaan Valentine di masa sekarang ini telah mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal.

Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih, seakan-akan ada kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzubillahi min dzalik. Padahal mendekati zina saja haram apalagi melakukannya.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. al-Isra’: 32).

Dalam tafsir Jalalain dikatakan bahwa ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘janganlah melakukannya’, artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Kerusakan keenam, Meniru Perbuatan Setan. Menjelang hari Valentine berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan oleh sebagian besar remaja Muslim di Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine lalu menghabiskan dana hingga milyaran rupiah.

Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan adalah syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”. (QS. al-Isra’: 26-27).

Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini, Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim).

Itulah beberapa kerusakan yang terjadi, sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya, seperti India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Khatimah

Valentine’s Day hanya sebuah sarana dari sekian banyak sarana peradaban Barat yang sesungguhnya merusak aqidah dan kemurnian ibadah umat Islam. Ada baiknya kita merenungkan pernyataan sosiolog Muslim terkenal, Ibnu Khaldun:

“Yang kalah cenderung mengekor kepada yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata, bahkan meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam hal ini adalah mengikuti adat-istiadat mereka…”.

Valentine’s Day telah memakan banyak korban, khususnya generasi muda Muslim yang umumnya memang bodoh dan tidak peduli dengan agamanya sendiri. Entah sampai kapan umat ini mampu berkata “TIDAK” atas segala millah kaum kuffar.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

Permata Salaf ” Ilmu Bukan Banyaknya Riwayat & Ucapan “

06 Jan 15
Admin

No Comments

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya, orang-orang terdahulu (para ulama salaf, -red.) diam karena ilmu. Mereka pun menahan diri (dari sesuatu) karena mata hati yang tajam. Sungguh, mereka lebih mampu meneliti (sebuah masalah) kalau mereka mau melakukannya.”

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Sungguh, banyak orang belakangan yang tertipu dengan hal ini. Mereka menyangka bahwa siapa yang banyak bicara, debat, dan perbantahannya dalam masalah agama, berarti dia lebih berilmu. Ini adalah murni kebodohan. Lihatlah para sahabat yang senior dan ulama mereka, seperti Abu Bakr, Umar, Ali, Mu’adz, Ibnu Mas’ud, dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu.

Betapa sedikit ucapan mereka dibandingkan dengan ucapan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , padahal mereka lebih berilmu. Demikian pula ucapan generasi tabi’in lebih banyak daripada ucapan generasi sahabat, padahal generasi sahabat lebih berilmu. Ucapan generasi setelah tabi’in pun lebih banyak daripada ucapan generasi tabi’in, padahal generasi tabi’in lebih berilmu. Jadi, ilmu itu bukan karena banyaknya riwayat dan ucapan, melainkan cahaya yang diletakkan di kalbu. Dengan cahaya itu, seorang hamba akan mengenal kebenaran dan bisa membedakannya dengan kebatilan….” (Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, hlm. 82—83)

??????? ????? ????? ???? ? ?????? ?????? ????? ????? ???? ? ??????

____
Majalah Asy Syariah edisi 008

Perkataan Tulus Penghafal Al-Qur’an: Seorang Tunanetra

05 Jan 15
Admin

No Comments

Alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rosuulillah.

Segala puji hanya bagi Alloh subhanahu wata’ala yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, kebenaran, dan cahaya terang benderang menuju kebahagiaan hakiki. Atas nikmatnya pada kesempatan kali ini ada sebuah nasehat yang begitu mendalam dan menyentuh hati. Datang dari seorang pemuda tunanetra yaitu Mu’adz, ketika diwawancarai oleh syaikh Fahd Al-Kandariy jawabannya yang tulus akan membuka setiap hati yang jujur dalam mempelajari Al-Qur’an.

Kalbu Mengeras Karena Jauh dari Allah

05 Jan 15
Admin

No Comments

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (az-Zumar: 22)
Tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya kalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) diciptakan untuk melunakkan kalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah kalbu yang keras. Jika kalbu sudah keras, mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.
Sebagaimana halnya jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula kalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan dengan nasihat.

Barang siapa hendak menyucikan kalbunya, ia harus mengutamakan Allah subhanahu wa ta’ala dibanding dengan keinginan dan nafsu jiwanya. Sebab, kalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai kadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.
Banyak orang menyibukkan kalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat, tentu kalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang tampak ini. Ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah.

Jika kalbu disuapi dengan berzikir dan disirami dengan berpikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan kalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh kalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, tidak akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuhnya kalbu adalah karena lalai dan merasa aman. Adapun makmurnya kalbu adalah karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan zikir. Maka dari itu, jika sebuah kalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya, jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa kalbu. Membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapa pun yang menempatkan kalbunya di sisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tenteram. Siapa pun yang melepaskan kalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.
Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah  subhanahu wa ta’ala tidaklah akan masuk ke dalam kalbu yang mencintai dunia, melainkan seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala juga akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Kalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat.

Kalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berzikir.

Kalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah takwa.

Kalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakal, bertaubat, dan berkhidmat untuk-Nya.

(diterjemahkan dan diringkas dari kitab al-Fawa’id karya Ibnul Qayyim t hlm. 111—112)

___
Majalah Asy Syariah edisi 001