Category Archives: Uncategorized

RINGKASAN TATA CARA SHALAT GERHANA

08 Mar 16
Admin

No Comments

gerhana matahari
Bismillah wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah.
insya Alloh beberapa saat lagi kita akan menyaksikan peristiwa langka, yaitu Gerhana Matahari Total yang akan disaksikan oleh masyarakat di Indonesia.

Fenomena langka akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Ya, Indonesia “mendapat jatah” kemunculan gerhana matahari total pada hari tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, butuh waktu 350 tahun untuk dapat melihat gerhana matahari total di tempat yang sama. Itu artinya, kesempatan menyaksikan fenomena ini di Indonesia hanya terjadi sekali seumur hidup.

Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari total secara langsung. Menurut BMKG, hanya 11 provinsi yang dilintasi gerhana matahari total. Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
(nationalgeographic Indonesia)

Dan yang terpenting dilakukan ketika terjadi peristiwa gerhana adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Sholallahu’alaihi wasallam. Yaitu sholat gerhana.
berikut adalah ringkasan tuntunan sholat Gerhana.

✏1) Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala

✏2) Takbiratul ihram.

✏3) Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara pelan.

✏4) Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.

✏5) Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.

✏6) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”

✏7) Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.

✏8) Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.

✏9) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini

✏10) Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.

✏11) Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.

✏12) Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.

✏13) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk rakaat kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama

✏14) Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.

✏15) Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak dzikir dan sedekah.

✏16) Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 8241).

✏17) Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9241).

✏18) Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 4041, 5041).

✏19) Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 2241).

✏20) Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9931).

✏21) Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 0341, 1341).

✏22) Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9141).

Tata cara sholat gerhana

Reaksi Penyiar Jepang Ketika Mendengarkan Qur’an

29 Jan 15
Admin

No Comments

Berikut ini adalah dialog antara seorang broadcaster Jepang, Ikegami Akira ketika mengunjungi Syaikh Dr. Muhammad Al Arifi untuk mengenal lebih banyak tentang Islam.


Syaikh:
(ia mungkin tidak mengerti bahasa Arab.
Mungkin jika saya berbicara dengan dia bahasa arab, atau orang yang berbicara dengan bahasa urdu atau Persia.
Yang mana tidak mungkin ia dapat membedakan antara bahasa-bahasa ini! apakah ini benar?)

Penyiar:
yes this true

Syaikh:
(baik. Oke, saya akan memberinya dua kalimat dalam bahasa Arab. saya ingin dia mencoba untuk menemukan perbedaan antara kalimat pertama dan kalimat kedua. Saya ingin dia fokus dengan saya.)

Pennyiar: (mengangguk)

Syaikh:
OK?
Penyiar:
yes, Ok

Syaikh:
Kalimat pertama:
[QS. 19 Maryam ayat 2-6]
ini kalimat pertama.
Sekarang kalimat kedua:
[membaca kalimat bahasa arab]
ini kalimat kedua.

(Apakah Anda menemukan perbedaan antara dua kalimat tadi?)

Penyiar (melalui penerjemah):
(mengatakan bahwa kata-kata pertama yang indah, Lebih kuat dari kata-kata penyair dan puisi.
Aku merasakan aneh dalam diriku, aku berharap kata-kata pertama!

Dan kata-kata kedua saya merasa seolah-melodi yang sama tetapi musik dalam kata-kata pertama yang kuat,
Kata kedua saya memperkirakan bahwa rangkaian kata dari kata-kata sederhana dan biasa, jika saya tidak salah!)

Syaikh:
(Nah, salah satu dari kalimat td, mana yang hatinya bereaksi/berinteraksi dengan dia?)

Penerjemah penyiar:
(Dia mengatakan kata-kata pertama yg lebih meresap dalam hatiku.)

Syaikh:
~Allahu Akbar~

(Tentu saja, ucapan pertama adalah firman Allah, adalah dari Al-Qur’an.
Dan ucapan kedua adalah dari kata-kata saya,
saya, dari kata-kata manusia. Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang masuk Islam tatkala mereka mendengar firman Allah.

Dan, Allah, Subhanahu wata’ala,
karena ia mengasihi kita sehingga mengirimkan seorang utusan,

Dan Nabi tidak meninggalkan ini yaitu memberi kita ucapan ini dari dia (Nabi), Tidak …
Tapi, Allah Subhanahu wata’ala berbicara melalui firmannya sendiri untuk manusia,
Kemudian mereka para sahabat menulisnya dan membawanya ke kami.
Oleh karena itu, jika seseorang merasa tertekan atau takut kemudian membaca dari Al-Qur’an, hal ini menjadikannya lapang/lega, insya Allah.)

Hikmah Di Balik Shalat Berjamaah

08 Jan 15
Admin

one comments

Disyariatkan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah karena di balik itu ada kemaslahatan dan kebaikan yang sangat agung. Selain yang telah disebutkan pada Rubrik Manhaji edisi ini, berikut ini beberapa hikmah lain shalat berjamaah.

1. Munculnya sikap saling menyayangi, mengasihi, dan saling mencari tahu keadaan sebagian mereka atas yang lain.

Di antara faedah shalat berjamaah, jika salah satu dari jamaah tidak hadir, yang lain akan menanyakan tentang dirinya. Apabila sakit atau ada uzur syar’i, mereka pun akan mengunjungi dan menjenguknya, dengan itu tenteramlah mereka. Namun, jika yang menyebabkan tidak hadirnya adalah karena sikap meremehkan, bermalas-malas, dan yang lain, mereka pun akan menasihati dan memperingatkan dengan tegas tentang bahaya dari meninggalkan shalat berjamaah.

Jadi, shalat berjamaah memiliki kemaslahatan yang sangat agung. Kalau saja orang lebih memilih untuk shalat sendirian, kemungkinan yang terjadi ialah ia akan shalat dengan rasa malas atau menunda dan mengakhirkan dari waktunya. Kemudian setahap demi setahap, ia akan meninggalkan shalat. Begitulah sesungguhnya setan bertahap pula dalam menggoda manusia. Namun, jika senantiasa menjaga shalat secara berjamaah, ia akan tergolong orangorang yang senantiasa menjaga shalatnya.

2. Menumbuhkan cinta kasih dan persahabatan.

Bertemunya manusia satu dengan yang lain dan saling berjabat tangan, menjadi sebab timbulnya cinta kasih dan persahabatan.

3. Saling mengenal.

Menjadi suatu kebiasaan dan kewajaran, apabila kaum muslimin shalat berjamaah di masjid, lantas ketika di sisi mereka ada orang baru, mereka akan bertanya, siapa dia? Siapa orang baru yang shalat bersama kita? Dari sinilah terjadinya saling mengenal. Faedahnya, bisa jadi orang baru tersebut adalah kerabat Anda, sehingga mengharuskan Anda untuk menyambung persaudaraan sebatas kekerabatannya. Bisa jadi pula, dia orang asing dari suatu negeri, yang mengharuskan Anda untuk menunaikan haknya.

4. Menampakkan salah satu syiar Islam.

Termasuk salah satu syiar Islam yang sangat agung adalah shalat. Dengan demikian, apabila manusia shalat di rumah, tidak akan diketahui bahwa dalam Islam ada shalat.

5. Menampakkan kemuliaan kaum muslimin.

Hal ini terlihat tatkala kaum muslimin dalam jumlah yang banyak memasuki masjid lantas keluar darinya.

6. Menahan/menguasai diri.

Dengan shalat berjamaah, seseorang membiasakan diri untuk mengikuti gerakan imam dengan saksama. Jika imam takbir, ia pun harus takbir. Ia tidak boleh mendahului, tidak boleh tertinggal jauh dengan imam, dan tidak boleh bersamaan, tetapi mengikuti. Hal ini akan membiasakan seseorang untuk dapat menahan dan menguasai diri.

7. Menumbuhkan perasaan

berada dalam barisan jihad (perang di jalan Allah Subhanahu wata’ala). Ketika berada dalam shalat berjamaah terwujud barisan shaf yang lurus, rapat, dan teratur, mengesankan bahwa seseorang sedang berada dalam barisan jihad. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala,

????? ??????? ??????? ????????? ???????????? ??? ????????? ?????? ?????????? ????????? ??????????

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan- Nya dalam barisan yang teratur.” (ash- Shaf: 4)

Kaum muslimin yang berada dalam barisan jihad menjadi tidak diragukan, apabila terbiasa berada dalam barisan yang teratur di saat melaksanakan shalat lima waktu. Kebiasaan seperti ini akan menjadi perantara bagi mereka untuk mengikuti pemimpinnya saat berada di barisan perang sehingga tidak akan mendahului ataupun terlambat menjalankan perintahnya.

8. Mengingatkan orang yang shalat berjamaah terhadap shaf para malaikat di sisi Allah Subhanahu wata’ala.

Dengan demikian , bentuk pengagungan mereka kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan kecintaannya kepada malaikatmalaikat Allah Subhanahu wata’ala akan bertambah.

9. Memupuk persamaan.

Ketika shalat berjamaah di masjid, akan berkumpul dan bertemu orang yang paling kaya dengan orang yang paling miskin. Pemimpin berdiri di samping bawahannya, penguasa berdiri di samping rakyatnya, dan yang muda berdiri di samping yang tua. Dengan kondisi ini, manusia akan merasakan persamaan (tingkat dan kedudukan). Oleh sebab itu, kita diperintahkan untuk merapikan dan meluruskan shaf, seperti dalam hadits,

10. Perkara paling utama dalam menjalani shalat berjamaah adalah beribadah semata-mata karena Allah Subhanahu wata’ala.

11. Mengingatkan umat atas keadaan di masa lalu.

Maksudnya, mengingatkan keadaan para sahabat, seolah-olah imam yang memimpin shalat adalah Rasulullah n dan yang menjadi makmum adalah para sahabat. Tidak diragukan, keadaan= ini menumbuhkan adanya keterikatan generasi akhir umat dengan generasi awalnya, memberikan dorongan yang kuat kepada umat Islam untuk mengikuti jejak salaf dan meneladani kehidupan mereka.

Andaikata setiap kali kita beramal timbul perasaan bahwa kita sedang mencontoh perbuatan Rasulullah n dan para sahabatnya yang mulia, akan tumbuh dorongan yang kuat dalam hati yang menyebabkan seseorang merasa menyatu dengan perbuatan salafush shalih. Selain itu, perasaan ini akan mendorong dirinya menjadi orang yang benar-benar salafi, baik dalam hal akidah, amal perbuatan, tingkah laku, maupun metode agama (manhaj)nya. (Tashil al-Ilmam, 2/401—403, al-Mumti’, 2/366—368)

Sumber: Majalah asysyariah edisi 087
http://asysyariah.com/kajian-utama-hikmah-di-balik-shalat-berjamaah/

Cara Memasang Widget Radio Al-Umm di Website atau Blog

27 Sep 14
Admin
,
No Comments

Alhamdulillah. Anda juga bisa memasang widget Radio Al-Umm di Website atau blog anda.

Caranya cukup mudah silahkan copy kode dibawah ini:

<!-- BEGINS: HTML5 PLAYER CODE RADIO AL UMM -->
<audio controls  
style=
"width:AUTO; height:AUTO"  
src="http://s3.vinhostmedia.com:9764/;"></audio>
<!-- ENDS: HTML5 PLAYER CODE RADIO AL UMM  -->
<a href="http://radioalumm.com/cara-memasang-widget-radio-al-umm-di-website-atau-blog/">Pasang Radio Al-Umm di website/blog</a>

Hasil :