Blog Detail

Kisah Nyata di Malang – HIDUPNYA MASJID YANG “MATI SURI”

21 Feb 16
Admin

No Comments

HIDUPNYA MASJID YANG “MATI SURI”

12717406_972821319450371_7711426673826366153_nSore itu sebuah kompleks perumahan di Singosari dikagetkan oleh suara adzan yang dikumandangkan. Warga sekitar bertanya-tanya karena adzan pada waktu dzuhur dan ashar tidak pernah dilakukan di masjid ini (biasanya hanya waktu maghrib, isya’, dan subuh saja) mungkin karena kesibukan warga perumahan yang bekerja pada jam-jam tersebut sehingga adzan khususnya dzuhur dan ashar menjadi tidak lazim.

Masjid ini “mati suri” pada kedua waktu itu. Diliputi rasa penasaran beberapa warga sontak mendatangi masjid. Disana berdiri sosok bocah memegang pengeras suara dengan suara polosnya mengumandangkan adzan, adalah Qorni sosok bocah kelas 2 SDI Al Umm yg berusia tidak lebih dari 8 tahun yang tiba-tiba mendobrak kevakuman itu dengan suaranya menyerukan ajakan sholat.

Tanpa ada yang menyuruhnya… Membuka pintu masjid dan menghidupkan pengeras suara lalu..
AllahuAkbar… Allahuakbar… Dst. Mengumandangkan adzan. Beberapa wargapun mendatangi masjid untuk sholat berjamaah.
Saat ditanya kenapa Qorni lakukan itu, mengalirlah sebuah kalimat yang membuat semua orang tertegun “Saya ingin sholat berjamaah karena pahalanya sangat besar dan wajib untuk laki-laki”. Masya Allah.

Sehari dua hari Qorni lakukan setiap sore. Sampai akhirnya adzan dzuhur dan sore bukan suatu yang aneh dan sekarang rutin berkumandang.

Subhanallah, sekarang Si bocah Qorni tidak lagi bersusah susah payah membuka gembok masjid dan tidak perlu lagi kebingungan mencari tombol-tombol untuk menghidupkan pengeras suara. Karena tanpa Qornipun warga sudah terbiasa adzan. Sholat ashar dan dzuhurpun hidup kembali, ” mati suri” ashar dan dzuhur di masjid itu terdobrak oleh suara adzan sang bocah Qorni.

Jazakumulloh khoir Ananda Qorni semoga kamu menjadi anak yang sholeh penyejuk hati dan mata ayah bunda.

sumber: Fanpage SD Islam al-Umm

Leave A Comment

*