Blog Detail

Reaksi Penyiar Jepang Ketika Mendengarkan Qur’an

29 Jan 15
Admin

No Comments

Berikut ini adalah dialog antara seorang broadcaster Jepang, Ikegami Akira ketika mengunjungi Syaikh Dr. Muhammad Al Arifi untuk mengenal lebih banyak tentang Islam.


Syaikh:
(ia mungkin tidak mengerti bahasa Arab.
Mungkin jika saya berbicara dengan dia bahasa arab, atau orang yang berbicara dengan bahasa urdu atau Persia.
Yang mana tidak mungkin ia dapat membedakan antara bahasa-bahasa ini! apakah ini benar?)

Penyiar:
yes this true

Syaikh:
(baik. Oke, saya akan memberinya dua kalimat dalam bahasa Arab. saya ingin dia mencoba untuk menemukan perbedaan antara kalimat pertama dan kalimat kedua. Saya ingin dia fokus dengan saya.)

Pennyiar: (mengangguk)

Syaikh:
OK?
Penyiar:
yes, Ok

Syaikh:
Kalimat pertama:
[QS. 19 Maryam ayat 2-6]
ini kalimat pertama.
Sekarang kalimat kedua:
[membaca kalimat bahasa arab]
ini kalimat kedua.

(Apakah Anda menemukan perbedaan antara dua kalimat tadi?)

Penyiar (melalui penerjemah):
(mengatakan bahwa kata-kata pertama yang indah, Lebih kuat dari kata-kata penyair dan puisi.
Aku merasakan aneh dalam diriku, aku berharap kata-kata pertama!

Dan kata-kata kedua saya merasa seolah-melodi yang sama tetapi musik dalam kata-kata pertama yang kuat,
Kata kedua saya memperkirakan bahwa rangkaian kata dari kata-kata sederhana dan biasa, jika saya tidak salah!)

Syaikh:
(Nah, salah satu dari kalimat td, mana yang hatinya bereaksi/berinteraksi dengan dia?)

Penerjemah penyiar:
(Dia mengatakan kata-kata pertama yg lebih meresap dalam hatiku.)

Syaikh:
~Allahu Akbar~

(Tentu saja, ucapan pertama adalah firman Allah, adalah dari Al-Qur’an.
Dan ucapan kedua adalah dari kata-kata saya,
saya, dari kata-kata manusia. Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang masuk Islam tatkala mereka mendengar firman Allah.

Dan, Allah, Subhanahu wata’ala,
karena ia mengasihi kita sehingga mengirimkan seorang utusan,

Dan Nabi tidak meninggalkan ini yaitu memberi kita ucapan ini dari dia (Nabi), Tidak …
Tapi, Allah Subhanahu wata’ala berbicara melalui firmannya sendiri untuk manusia,
Kemudian mereka para sahabat menulisnya dan membawanya ke kami.
Oleh karena itu, jika seseorang merasa tertekan atau takut kemudian membaca dari Al-Qur’an, hal ini menjadikannya lapang/lega, insya Allah.)

Leave A Comment

*